this is adhisimon

adhisimon? who is he? who cares?

Setelah berbulan-bulan tidak berhasil mengaktifkan plugin WP-OpenID di salah satu instalasi wordpress saya, akhirnya berhasil juga menemukan permasalahannya. Ternyata plugin ini tidak kompatibel dengan plugin BackUpWordPress.

Salah satu perubahan dalam WordPress 2.5 adalah sistem upload media (image, video, dan lain-lain). Sistem baru yang menggunakan Flash, memberikan tampilan yang jauh lebih menarik dan memungkinkan upload beberapa file secara simultan. Akan tetapi ternyata sistem baru ini memiliki beberapa permasalahan atawa problem.

Jika anda mengalami kesulitan dalam menggunakan sistem upload baru ini, misalnya menemukan pesan HTTP Error, atau proses upload yang tidak selesai-selesai, coba lihat rekomendasi penyelesaian masalah ini di: WordPress Support: 2.5 Image/Media Uploader problems.

Selain melakukan migrasi server dan upgrade ke wordpress terbaru, saya juga memutuskan untuk mengganti url dari blog ini. Sebagai ganti dari http://wp.adhisimon.or.id/wordpress, saya meringkasnya menjadi http://adhisimon.or.id/ saja.

Untuk mencegah broken link dari situs-situs yang telah menunjuk ke url lama, saya menggunakan mod_rewrite dari apache, sehingga postingan di blog ini dapat diakses melalui url baru maupun lama. Akan tetapi, saya memohon kepada kawan-kawan yang memasukkan blog ini ke blogroll masing-masing, agar memutakhirkan link ke blog ini menjadi url baru.

Blog ini baru saja migrasi ke server lain. Selain itu, backend wordpress di blog ini juga telah diperbaharui ke versi 2.3.3.

Baru saja saya akan menulis tentang kembalinya gravatar. Tetapi ternyata saat ini dia sedang down lagi. Pesan error yang ditampilkan adalah:

Service Temporarily Unavailable

The server is temporarily unable to service your request due to maintenance downtime or capacity problems. Please try again later.

Additionally, a 503 Service Temporarily Unavailable error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.

Kemungkinan error seperti itu biasanya diakibatkan oleh penggunaan bandwidth yang overquota. capek deeech.

gravatar we'll be back in early february

Di situs Gravatar, disebutkan bahwa mereka akan beroperasi kembali pada awal Februari. Akan tetapi, hingga kini, ketika awal Februari sudah hampir terlewati, belum ada tanda-tanda pembuktian janji tersebut. Ini bukan pertamakali Gravatar menjanjikan waktu beroperasinya kembali. Sampai kapan anda akan terus membuat janji? Atau mungkin saya terlalu cepat menyimpulkan arti Februari, karena tidak disebutkan tahunnya. Mungkin maksudnya bukan Februari 2007, tetapi Februari 2008, atau mungkin Februari 2020?

Gravatar, kami ingin bukti, bukan janji! Stop membuat pernyataan yang tidak dapat anda yakini apakah dapat anda penuhi atau tidak.

Pada banyak weblog, seringkali kita menemui avatar pada bagian komentar-komentar. Saat ini, bisa dikatakan secara de-facto solusi avatar yang paling banyak digunakan adalah dengan menggunakan Gravatar. Gravatar memungkinkan pengunjung weblog tidak perlu mendaftarkan dirinya pada tiap-tiap weblog agar avatarnya muncul dalam setiap komentar yang dibuatnya. Cukup memasukkan alamat email yang dimiliki oleh sang pengunjung, secara otomatis avatar terkait akan muncul pada komentar tersebut.

Tapi kini Gravatar memiliki masalah setelah berbulan-bulan berada dalam posisi “DOWN”. Di masa awalnya, sistem “tersentralisasi” yang dianut oleh Gravatar tidak dirancang untuk melayani avatar sebanyak saat ini. Dikatakan bahwa Gravatar melayani lebih dari 4,5 miliar avatar saat ini. Akhirnya dilakukan update terhadap sistem lama untuk memenuhi kebutuhan saat ini. Tetapi perbaikan ini berlarut-larut. Setelah berbulan-bulan menunggu, tampaknya saya tidak dapat menahan kesabaran saya lagi terhadap Gravatar. Begitu pula dengan banyak pihak. Tampaknya, Gravatar akan kehilangan statusnya sebagai penguasa de-facto avatar dalam dunia weblog. Kecuali dia berhasil mengonline-kan kembali layanan dalam waktu dekat.

Beberapa alternatif telah saya coba. Diawali dengan Favatars. Favatar menggunakan favicon dari URL sang pengunjung yang memberikan komentar. Berdasar URL tersebut, sistem akan dilihat apakah website tersebut memili favicon. Jika ada, favicon tersebut akan ditampilkan. Desentralisasi terjadi di sini karena avatar yang merupakan favicon tersebut diambil langsung dari situs web pemilik komentar. Sehingga ketergantungan akan satu pihak penyedia jasa dapat dihindari. Masalahnya, tidak semua pengunjung yang memberikan komentar memiliki situs web dan/atau dapat mengatur favicon terkait. Berbeda dengan gravatar yang menggunakan alamat email sebagai ID dimana bisa dikatakan hampir semua pengunjung pasti memiliki alamat email. Selain itu, belum tentu favicon dari situs yang dimiliki oleh pengunjung tersebut dikehendaki oleh sang pengunjung sebagai avatarnya. Sebagai contoh, blogger yang memiliki blog wordpress.com akan memiliki avatar berupa logo WordPress, bukan foto dirinya seperti kebanyakan yang diinginkan banyak orang.

Kemudian ada lagi Pavatar. Sama dengan Favatar, ia menganut sistem desentralisasi sehingga kebal terhadap masalah “DOWN” satu pihak yang dapat mengakibatkan “DOWN” seluruh sistem. Perbedaannya adalah dia tidak menggunakan favicon situs web pengunjung. Pavatar menggunakan file gambar yang bisa ditentukan oleh halaman indeks dari situs web pengunjung. Hal ini menjawab masalah kedua dari Favatar, dimana pengunjung dapat menentukan apakah favicon yang dimiliki olehnya juga menjadi avatar dirinya atau tidak. Akan tetapi permasalahan pertama dari Favatar, dimana tidak semua pengunjung memiliki situs web, tidak dapat terselesaikan.

Kembali ke model sentralisasi. Lepas dari masalah skalabilitas sistem, bisa dikatakan hanya model ini yang memungkinkan pengunjung-pengunjung memiliki avatar tanpa harus memiliki situs web atau mendaftarkan dirinya di tiap weblog. Hal ini mendorong penggunaan layanan-layanan lain sebagai pengganti Gravatar. Diantaranya adalah dengan menggunakan avatar pada MyBlogLog. Saat ini saya sedang mencoba penggunaan metoda ini. Plugin yang saya gunakan agar instalasi WordPress saya ini dapat menggunakan avatar dari MyBlogLog adalah MyAvatars. Sayangnya, MyBlogLog tidak sepopuler Gravatar. Tidak banyak pengunjung yang memiliki avatar pada MyBlogLog.

Atau mungkin ada ide alternatif lain?

Satu lagi plugin saya aktifkan di instalasi WordPress ini, Filosofo Comments Preview. Plugin ini menggantikan fungsi Comment Live Preview dan ComPreVal (belum pernah saya aktifkan). Bagi saya, plugin ini adalah sebuah plugin yang harus dimiliki dan menjadi standar.

Awalnya saya mencoba theme Tranquility white untuk salah satu blog WordPress lain yang saya kelola. Tetapi begitu melihat hasilnya, saya langsung jatuh cinta dan langsung ingin mengimplementasikannya dalam blog pribadi saya ini. Sebuah theme yang bersih, simpel, dan minimalistik. Menjadikan theme ini sebuah pembuktian jargon “Tidak perlu rumit untuk menjadi sempurna”. Pokoknya, highly recommended lah buat para penggemar simplicity.

Berawal dari masalah kawan saya, Bungaran Simanjuntak. Beliau ketika itu sedang mensetup sebuah blog untuk klien beliau dengan menggunakan WordPress. Ketika itu dia bermaksud mengimport dari blog lama. Tetapi ternyata ada kesalahan. Akibatnya blog baru tersebut penuh dengan posting “sampah” tidak pada tempatnya. Dia tanya, “Bagaimana cara menghapus semua posting sekaligus?”

Read the rest of this entry »