Setelah berbulan-bulan tidak berhasil mengaktifkan plugin WP-OpenID di salah satu instalasi wordpress saya, akhirnya berhasil juga menemukan permasalahannya. Ternyata plugin ini tidak kompatibel dengan plugin BackUpWordPress.
Pada banyak weblog, seringkali kita menemui avatar pada bagian komentar-komentar. Saat ini, bisa dikatakan secara de-facto solusi avatar yang paling banyak digunakan adalah dengan menggunakan Gravatar. Gravatar memungkinkan pengunjung weblog tidak perlu mendaftarkan dirinya pada tiap-tiap weblog agar avatarnya muncul dalam setiap komentar yang dibuatnya. Cukup memasukkan alamat email yang dimiliki oleh sang pengunjung, secara otomatis avatar terkait akan muncul pada komentar tersebut.
Tapi kini Gravatar memiliki masalah setelah berbulan-bulan berada dalam posisi “DOWN”. Di masa awalnya, sistem “tersentralisasi” yang dianut oleh Gravatar tidak dirancang untuk melayani avatar sebanyak saat ini. Dikatakan bahwa Gravatar melayani lebih dari 4,5 miliar avatar saat ini. Akhirnya dilakukan update terhadap sistem lama untuk memenuhi kebutuhan saat ini. Tetapi perbaikan ini berlarut-larut. Setelah berbulan-bulan menunggu, tampaknya saya tidak dapat menahan kesabaran saya lagi terhadap Gravatar. Begitu pula dengan banyak pihak. Tampaknya, Gravatar akan kehilangan statusnya sebagai penguasa de-facto avatar dalam dunia weblog. Kecuali dia berhasil mengonline-kan kembali layanan dalam waktu dekat.
Beberapa alternatif telah saya coba. Diawali dengan Favatars. Favatar menggunakan favicon dari URL sang pengunjung yang memberikan komentar. Berdasar URL tersebut, sistem akan dilihat apakah website tersebut memili favicon. Jika ada, favicon tersebut akan ditampilkan. Desentralisasi terjadi di sini karena avatar yang merupakan favicon tersebut diambil langsung dari situs web pemilik komentar. Sehingga ketergantungan akan satu pihak penyedia jasa dapat dihindari. Masalahnya, tidak semua pengunjung yang memberikan komentar memiliki situs web dan/atau dapat mengatur favicon terkait. Berbeda dengan gravatar yang menggunakan alamat email sebagai ID dimana bisa dikatakan hampir semua pengunjung pasti memiliki alamat email. Selain itu, belum tentu favicon dari situs yang dimiliki oleh pengunjung tersebut dikehendaki oleh sang pengunjung sebagai avatarnya. Sebagai contoh, blogger yang memiliki blog wordpress.com akan memiliki avatar berupa logo WordPress, bukan foto dirinya seperti kebanyakan yang diinginkan banyak orang.
Kemudian ada lagi Pavatar. Sama dengan Favatar, ia menganut sistem desentralisasi sehingga kebal terhadap masalah “DOWN” satu pihak yang dapat mengakibatkan “DOWN” seluruh sistem. Perbedaannya adalah dia tidak menggunakan favicon situs web pengunjung. Pavatar menggunakan file gambar yang bisa ditentukan oleh halaman indeks dari situs web pengunjung. Hal ini menjawab masalah kedua dari Favatar, dimana pengunjung dapat menentukan apakah favicon yang dimiliki olehnya juga menjadi avatar dirinya atau tidak. Akan tetapi permasalahan pertama dari Favatar, dimana tidak semua pengunjung memiliki situs web, tidak dapat terselesaikan.
Kembali ke model sentralisasi. Lepas dari masalah skalabilitas sistem, bisa dikatakan hanya model ini yang memungkinkan pengunjung-pengunjung memiliki avatar tanpa harus memiliki situs web atau mendaftarkan dirinya di tiap weblog. Hal ini mendorong penggunaan layanan-layanan lain sebagai pengganti Gravatar. Diantaranya adalah dengan menggunakan avatar pada MyBlogLog. Saat ini saya sedang mencoba penggunaan metoda ini. Plugin yang saya gunakan agar instalasi WordPress saya ini dapat menggunakan avatar dari MyBlogLog adalah MyAvatars. Sayangnya, MyBlogLog tidak sepopuler Gravatar. Tidak banyak pengunjung yang memiliki avatar pada MyBlogLog.
Atau mungkin ada ide alternatif lain?
Satu lagi plugin saya aktifkan di instalasi WordPress ini, Filosofo Comments Preview. Plugin ini menggantikan fungsi Comment Live Preview dan ComPreVal (belum pernah saya aktifkan). Bagi saya, plugin ini adalah sebuah plugin yang harus dimiliki dan menjadi standar.
Berawal dari masalah kawan saya, Bungaran Simanjuntak. Beliau ketika itu sedang mensetup sebuah blog untuk klien beliau dengan menggunakan WordPress. Ketika itu dia bermaksud mengimport dari blog lama. Tetapi ternyata ada kesalahan. Akibatnya blog baru tersebut penuh dengan posting “sampah” tidak pada tempatnya. Dia tanya, “Bagaimana cara menghapus semua posting sekaligus?”
Satu lagi plugin untuk wordpress saya install di blog ini, Comment Live Preview. Dengan adanya plugin ini, anda langsung dapat melihat preview dari komentar anda langsung seketika anda mengetik karakter per karakter.
Untuk mempermanis, saya telah menginstall dan mengaktifkan plugin favatars. Dengan favatars, jika anda menulis komentar pada suatu artikel di weblog ini, pada komentar itu akan ditampilkan favicon pada situs web anda (jika ada). Silahkan coba, tetapi pastikan dahulu anda favicon pada situs web anda. Selain itu, anda juga dapat mengenal lebih jauh tentang favatars di ensiklopedi terbuka wikipedia.
Performancing for Firefox is a full featured blog editor that sits right in your Firefox browser and lets you post to your blog easily. You can drag and drop formatted text from the page you happen to be browsing, and take notes as well as post to your blog.
Performancing for Firefox was developed by Performancing.com, the worlds largest organization of professional bloggers.
Nemu lagi sebuah tool bagus buat ngeblog, namanya “Performancing”. Performancing adalah sebuah extension buat firefox yang berfungsi sebagai editor weblog yang memiliki fitur lengkap. Seberapa lengkap? Saya kurang tahu, karena pesan ini adalah pengalaman pertama saya memakai Performancing. Yup, pesan ini ditulis dengan menggunakan Performancing
So, kita tunggu dulu hasil eksplorasi penggunaan Performancing ini. Insya Allah akan saya ceritakan bagaimana kesimpulan saya terhadap Performancing.




