this is adhisimon

adhisimon? who is he? who cares?

Satu lagi blog saya launching, Pake Linux. Blog ini ditujukan untuk memuat tulisan-tulisan mengenai pemakaian Linux (tentu saja mungkin berlaku buat OS berbasis Unix lainnya) dan dunia Opensource.

Dengan beberapa blog yang spesifik pada suatu topik, blog ini (this is adhisimon) dapat semakin “dikonsentrasikan” sebagai personal blog saja.

Setelah mencari-cari solusi buat bikin invoice secara online, bahkan hampir mulai membuatnya sendiri, akhirnya saya menemukan juga SimpleInvoice, sebuah aplikasi opensource berbasis web (PHP5) untuk mengelola invoice. Didukung fitur-fitur:

  • Export ke PDF, MS-Word, MS-Excel, dan email
  • manajemen penagih dan pelanggan
  • manajemen pembayaran
  • kalkulasi pajak
  • template

Cocok digunakan untuk:

  • personal
  • SOHO
  • organisasi kecil
  • POS standar

Jika anda menggunakan notebook/laptop bersistem operasi Linux, tentu anda tidak selalu terhubung dengan jaringan lokal (LAN, Local Area Network), baik jaringan kabel ataupun nirkabel (wireless, wifi). Jika notebook anda terkonfigurasi menggunakan IP dinamis dari DHCP, anda akan mendapatkan pesan error ketika proses start-up linux di notebook/laptop anda bila tidak terhubung dengan jaringan.

Atau mungkin anda sering menggunakan koneksi nirkabel WiFi baik di rumah, kantor, atau hotspot publik? Anda merasa direpotkan mengubah-ubah untuk file konfigurasi atau menggunakan CLI (Command Line Interface) untuk memilih access point mana yang ingin anda pilih.

Untung kini ada NetworkManager yang dapat mengotomasi koneksi jaringan anda.

Read the rest of this entry »

Berhubung banyak komentar dan email mengenai instalasi dan konfigurasi Linux khususnya Fedora (pada posting Fedora Core Linux dan Fedora Core 6 alias FC6 alias Zod), saya jadi tertarik berbagi “ilmu”. Mungkin “ilmu” ini bukanlah jawaban yang diharapkan oleh para penanya, dimana sang penanya menginginkan jawaban langsung step-by-step konfigurasi dari saya. Tapi menurut saya inilah yang terbaik. Sebab yang akan saya ceritakan adalah “pangkal” atau “sumber” dari yang saya ketahui.

Mengapa saya menulis posting ini? Karena saya bingung ketika ditanya langkah-langkah untuk instalasi dan konfigurasi suatu sistem Linux. Apalagi yang ditanya biasanya bisa dikatakan instalasi dan konfigurasi suatu server lengkap (mail server, NAT, proxy, web server). Bisa panjang jawaban saya. Dan menurut saya ini tidak mendidik.

Pertama, untuk pertanyaan bagaimana cara menggunakan Fedora Core Linux, dapat dibaca di Fedora Documentation on docs.fedoraproject.org. Di sini dapat ditemukan Installation Guide dan Desktop User Guide. Untuk newbie, saya anjurkan untuk memahami dahulu dokumentasi tersebut.

Untuk informasi tentang fungsi-fungsi yang lebih “advanced”, anda dapat mencari di The Linux Documentation Project (TLDP). Bagi yang telah akrab dengan dunia Open Source tentu mengenal apa yang disebut HOWTO. Terjemah bebas dari apa itu HOWTO pada wikipedia adalah:

How-to adalah deskripsi informal, biasanya singkat, bagaimana mewujudkan suatu tugas.

Di TLDP inilah anda dapat menemukan HOWTO yang berisi informasi-informasi lebih lanjut mengenai bagaimana menyelesaikan suatu pekerjaan di Linux. Di sinilah kita harus rajin membaca, karena banyak sekali HOWTO menarik disini, diantaranya adalah Advanced Networking (favorit saya). Percayalah, sebagian besar pengetahuan saya tentang Linux didapat dari membaca HOWTO. Dan jangan takut untuk mencoba mempelajarinya, karena biasanya HOWTO ditulis sedemikian rupa sehingga orang yang tak berpengalaman dapat mengikuti langkah-langkah yang disajikan.

Dengan menyarankan untuk membaca, bukan saya tidak mau menjelaskan secara langsung. Akan tetapi saya ingin agar para penanya mendapat pengetahuan dasar terlebih dahulu. Agar saya lebih mudah menjelaskan hal-hal khusus secara spesifik. Jadi, setelah membaca hal-hal di atas, jangan ragu untuk mengirim kembali pesan kepada saya, untuk berdiskusi lebih lanjut.

Terus terang, saat ini saya belum 100% puas dengan alternatif internet messaging di Linux, khususnya Yahoo Messenger. Saat ini desktop yang saya gunakan adalah Linux dengan distro Fedora Core 5 atau singkatnya FC5 (belum sempet update ke FC6, hehehehe).

Dari beberapa aplikasi internet messaging di Linux, bisa dibilang yang populer adalah Gaim dan Kopete. Gaim berbau Gnome dengan GTK-nya, sedangkan Kopete berbau KDE dengan Qt-nya.

Read the rest of this entry »

Dahulu, jika kita ingin mengakses removable media pada Linux seperti CDROM, flashdisk, harddisk ekternal, kita harus melakukan “mount” secara manual. Akan tetapi pada beberapa distro, kini telah tersedia fasilitas automount. Hal ini cukup menyenangkan. Anda tidak perlu melakukan mount secara manual ketika anda “menancapkan” flashdisk ke slot USB.

Permasalahan timbul pada instalasi Fedora Core 5 (FC5) saya. Fasilitas automount secara umum dapat berjalan dengan baik. Hanya ada satu masalah. Jika saya login sebagai user biasa (non root), saya tidak dapat mengakses partisi NTFS pada flashdisk atau eksternal harddisk saya yang secara otomatis ter-mount dengan option hanya dapat diakses oleh root. Saya sadar hal ini mungkin disebabkan oleh pertimbangan keamanan. Tapi hal ini cukup mengganggu aktifitas harian saya.

Apakah saya menyerah dan melakukan mount manual pada partisi NTFS tersebut? Tidak!! Setelah melakukan googling yang cukup lama, akhirnya saya mendapatkan solusinya pada sebuah diskusi di FedoraForum.

Solusinya cukup mudah. Pertama kita membutuhkan sebuah policy baru untuk ditambahkan ke HAL. Buat saja sebuah file “/usr/share/hal/fdi/policy/10osvendor/95-ntfs-permissions.fdi” yang berisi:

<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?> <!-- -*- SGML -*- --> <deviceinfo version="0.2"> <!-- Mount external ntfs drives with user privileges --> <device> <match key="block.is_volume" bool="true"> <match key="volume.fsusage" string="filesystem"> <match key="@block.storage_device:storage.no_partitions_hint" bool="false"> <match key="volume.partition.msdos_part_table_type" exists="true"> <match key="volume.partition.msdos_part_table_type" int="0x07"> <merge key="volume.mount_option" type="string">umask=0222</merge> </match> </match> </match> </match> </match> </device> </deviceinfo>

Kemudian restart HAL daemon dengan mengksekusi perintah: service haldaemon restart.

Kemudian edit file “/usr/share/hal/scripts/hal-system-storage-mount”. Tepat setelah semua MOUNTOPTIONS (setelah “fi”, sebelum echo yang di comment), tambahkan baris berikut:

fi

MOUNTOPTIONS="$MOUNTOPTIONS,$HAL_PROP_VOLUME_MOUNT_OPTION"

# echo "options = '$MOUNTOPTIONS'"

Sekarang, silahkan coba tancapkan kembali flashdisk atau harddisk eksternal anda yang memiliki partisi NTFS.

Dapat dari Slashdot sebuah berita A truly open Linux phone with GPS debuts. Akhirnya. Ngiler juga ngeliatnya euy. Masuk ke Indonesia gak ya?

Pada notebook Acer Aspire 3003 saya, terdapat dua tombol keyboard dengan simbol € (eurosign). Satu pada tombol 5 (bersama-sama dengan angka 5 dan %), satu lagi disamping kiri keypad Up. Keduanya tidak aktif secara default pada Linux Fedora Core 5 saya.

Read the rest of this entry »

fedoraTanggal 24 Oktober 2006 lalu ternyata bukan hanya perayaan Idul Fitri bagi sebagian muslim (ada sebagian yang merayakan pada tanggal 23 Oktober 2006), tetapi juga hari releasenya Fedora Core 6 alias FC6 alias Zod.

Read the rest of this entry »

GaimSelama ini saya mengunaka kopete sebagai aplikasi instant messaging, terutama sebagai pengganti yahoo messenger di Linux. Sebelum menggunakan kopete, saya menggunakan Gaim bawaan distro desktop saya, Fedora Core 5, yaitu Gaim 1.5.

Mengapa saya menggunakan kopete? Karena saya merasa ada beberapa hal yang saya butuhkan yang tidak difasilitasi oleh Gaim 1.5. Diantaranya adalah:

Read the rest of this entry »