this is adhisimon

adhisimon? who is he? who cares?

Setelah berbulan-bulan tidak berhasil mengaktifkan plugin WP-OpenID di salah satu instalasi wordpress saya, akhirnya berhasil juga menemukan permasalahannya. Ternyata plugin ini tidak kompatibel dengan plugin BackUpWordPress.

Salah satu perubahan dalam WordPress 2.5 adalah sistem upload media (image, video, dan lain-lain). Sistem baru yang menggunakan Flash, memberikan tampilan yang jauh lebih menarik dan memungkinkan upload beberapa file secara simultan. Akan tetapi ternyata sistem baru ini memiliki beberapa permasalahan atawa problem.

Jika anda mengalami kesulitan dalam menggunakan sistem upload baru ini, misalnya menemukan pesan HTTP Error, atau proses upload yang tidak selesai-selesai, coba lihat rekomendasi penyelesaian masalah ini di: WordPress Support: 2.5 Image/Media Uploader problems.

Belakangan ini saya mengalami kesulitan ketika mengubah entri nameserver pada domain-domain saya yang berada pada CCTLD-ID secara online. Selalu didapatkan pesan:

“Data Nameserver Yang Diberikan Tidak Valid”

Setelah coba sana coba sini, akhirnya saya menemukan solusinya:

Cobalah masukkan nameserver anda dengan huruf kecil, jangan ada huruf kapital.

Jika anda menggunakan notebook/laptop bersistem operasi Linux, tentu anda tidak selalu terhubung dengan jaringan lokal (LAN, Local Area Network), baik jaringan kabel ataupun nirkabel (wireless, wifi). Jika notebook anda terkonfigurasi menggunakan IP dinamis dari DHCP, anda akan mendapatkan pesan error ketika proses start-up linux di notebook/laptop anda bila tidak terhubung dengan jaringan.

Atau mungkin anda sering menggunakan koneksi nirkabel WiFi baik di rumah, kantor, atau hotspot publik? Anda merasa direpotkan mengubah-ubah untuk file konfigurasi atau menggunakan CLI (Command Line Interface) untuk memilih access point mana yang ingin anda pilih.

Untung kini ada NetworkManager yang dapat mengotomasi koneksi jaringan anda.

Read the rest of this entry »

Dikarenakan saya dan isteri tinggal di kota yang berbeda, kami sangat membutuhkan sarana telekomunikasi yang efektif, efisien, dan ekonomis. Untuk telekomunikasi suara, kami menggunakan layanan dari sebuah operator FWT CDMA yang memungkinkan SLJJ Jakarta – Bandung dengan biaya sangat ekonomis. Akan tetapi telekomunikasi suara tidak dapat kami lakukan setiap saat, karena mungkin kami sedang menjalani kesibukan masing-masing.

Read the rest of this entry »

Berhubung banyak komentar dan email mengenai instalasi dan konfigurasi Linux khususnya Fedora (pada posting Fedora Core Linux dan Fedora Core 6 alias FC6 alias Zod), saya jadi tertarik berbagi “ilmu”. Mungkin “ilmu” ini bukanlah jawaban yang diharapkan oleh para penanya, dimana sang penanya menginginkan jawaban langsung step-by-step konfigurasi dari saya. Tapi menurut saya inilah yang terbaik. Sebab yang akan saya ceritakan adalah “pangkal” atau “sumber” dari yang saya ketahui.

Mengapa saya menulis posting ini? Karena saya bingung ketika ditanya langkah-langkah untuk instalasi dan konfigurasi suatu sistem Linux. Apalagi yang ditanya biasanya bisa dikatakan instalasi dan konfigurasi suatu server lengkap (mail server, NAT, proxy, web server). Bisa panjang jawaban saya. Dan menurut saya ini tidak mendidik.

Pertama, untuk pertanyaan bagaimana cara menggunakan Fedora Core Linux, dapat dibaca di Fedora Documentation on docs.fedoraproject.org. Di sini dapat ditemukan Installation Guide dan Desktop User Guide. Untuk newbie, saya anjurkan untuk memahami dahulu dokumentasi tersebut.

Untuk informasi tentang fungsi-fungsi yang lebih “advanced”, anda dapat mencari di The Linux Documentation Project (TLDP). Bagi yang telah akrab dengan dunia Open Source tentu mengenal apa yang disebut HOWTO. Terjemah bebas dari apa itu HOWTO pada wikipedia adalah:

How-to adalah deskripsi informal, biasanya singkat, bagaimana mewujudkan suatu tugas.

Di TLDP inilah anda dapat menemukan HOWTO yang berisi informasi-informasi lebih lanjut mengenai bagaimana menyelesaikan suatu pekerjaan di Linux. Di sinilah kita harus rajin membaca, karena banyak sekali HOWTO menarik disini, diantaranya adalah Advanced Networking (favorit saya). Percayalah, sebagian besar pengetahuan saya tentang Linux didapat dari membaca HOWTO. Dan jangan takut untuk mencoba mempelajarinya, karena biasanya HOWTO ditulis sedemikian rupa sehingga orang yang tak berpengalaman dapat mengikuti langkah-langkah yang disajikan.

Dengan menyarankan untuk membaca, bukan saya tidak mau menjelaskan secara langsung. Akan tetapi saya ingin agar para penanya mendapat pengetahuan dasar terlebih dahulu. Agar saya lebih mudah menjelaskan hal-hal khusus secara spesifik. Jadi, setelah membaca hal-hal di atas, jangan ragu untuk mengirim kembali pesan kepada saya, untuk berdiskusi lebih lanjut.

Dahulu, jika kita ingin mengakses removable media pada Linux seperti CDROM, flashdisk, harddisk ekternal, kita harus melakukan “mount” secara manual. Akan tetapi pada beberapa distro, kini telah tersedia fasilitas automount. Hal ini cukup menyenangkan. Anda tidak perlu melakukan mount secara manual ketika anda “menancapkan” flashdisk ke slot USB.

Permasalahan timbul pada instalasi Fedora Core 5 (FC5) saya. Fasilitas automount secara umum dapat berjalan dengan baik. Hanya ada satu masalah. Jika saya login sebagai user biasa (non root), saya tidak dapat mengakses partisi NTFS pada flashdisk atau eksternal harddisk saya yang secara otomatis ter-mount dengan option hanya dapat diakses oleh root. Saya sadar hal ini mungkin disebabkan oleh pertimbangan keamanan. Tapi hal ini cukup mengganggu aktifitas harian saya.

Apakah saya menyerah dan melakukan mount manual pada partisi NTFS tersebut? Tidak!! Setelah melakukan googling yang cukup lama, akhirnya saya mendapatkan solusinya pada sebuah diskusi di FedoraForum.

Solusinya cukup mudah. Pertama kita membutuhkan sebuah policy baru untuk ditambahkan ke HAL. Buat saja sebuah file “/usr/share/hal/fdi/policy/10osvendor/95-ntfs-permissions.fdi” yang berisi:

<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?> <!-- -*- SGML -*- --> <deviceinfo version="0.2"> <!-- Mount external ntfs drives with user privileges --> <device> <match key="block.is_volume" bool="true"> <match key="volume.fsusage" string="filesystem"> <match key="@block.storage_device:storage.no_partitions_hint" bool="false"> <match key="volume.partition.msdos_part_table_type" exists="true"> <match key="volume.partition.msdos_part_table_type" int="0x07"> <merge key="volume.mount_option" type="string">umask=0222</merge> </match> </match> </match> </match> </match> </device> </deviceinfo>

Kemudian restart HAL daemon dengan mengksekusi perintah: service haldaemon restart.

Kemudian edit file “/usr/share/hal/scripts/hal-system-storage-mount”. Tepat setelah semua MOUNTOPTIONS (setelah “fi”, sebelum echo yang di comment), tambahkan baris berikut:

fi

MOUNTOPTIONS="$MOUNTOPTIONS,$HAL_PROP_VOLUME_MOUNT_OPTION"

# echo "options = '$MOUNTOPTIONS'"

Sekarang, silahkan coba tancapkan kembali flashdisk atau harddisk eksternal anda yang memiliki partisi NTFS.

Berawal dari masalah kawan saya, Bungaran Simanjuntak. Beliau ketika itu sedang mensetup sebuah blog untuk klien beliau dengan menggunakan WordPress. Ketika itu dia bermaksud mengimport dari blog lama. Tetapi ternyata ada kesalahan. Akibatnya blog baru tersebut penuh dengan posting “sampah” tidak pada tempatnya. Dia tanya, “Bagaimana cara menghapus semua posting sekaligus?”

Read the rest of this entry »

Pada notebook Acer Aspire 3003 saya, terdapat dua tombol keyboard dengan simbol € (eurosign). Satu pada tombol 5 (bersama-sama dengan angka 5 dan %), satu lagi disamping kiri keypad Up. Keduanya tidak aktif secara default pada Linux Fedora Core 5 saya.

Read the rest of this entry »

cl1p.net
Sebuah alternatif yang merupakan gabungan dari pastebin dan ImageShack.us, cl1p.net The internet clipboard memungkinkan kita mempaste atau mengupload file ke web. Hal ini memudahkan kita copy dan paste antar computer melalui Internet.