this is adhisimon

adhisimon? who is he? who cares?

Selamat datang Google Chrome, sebuah web browser dengan paradigma baru dari Google.

Setelah mencari-cari solusi buat bikin invoice secara online, bahkan hampir mulai membuatnya sendiri, akhirnya saya menemukan juga SimpleInvoice, sebuah aplikasi opensource berbasis web (PHP5) untuk mengelola invoice. Didukung fitur-fitur:

  • Export ke PDF, MS-Word, MS-Excel, dan email
  • manajemen penagih dan pelanggan
  • manajemen pembayaran
  • kalkulasi pajak
  • template

Cocok digunakan untuk:

  • personal
  • SOHO
  • organisasi kecil
  • POS standar

Jika anda menggunakan notebook/laptop bersistem operasi Linux, tentu anda tidak selalu terhubung dengan jaringan lokal (LAN, Local Area Network), baik jaringan kabel ataupun nirkabel (wireless, wifi). Jika notebook anda terkonfigurasi menggunakan IP dinamis dari DHCP, anda akan mendapatkan pesan error ketika proses start-up linux di notebook/laptop anda bila tidak terhubung dengan jaringan.

Atau mungkin anda sering menggunakan koneksi nirkabel WiFi baik di rumah, kantor, atau hotspot publik? Anda merasa direpotkan mengubah-ubah untuk file konfigurasi atau menggunakan CLI (Command Line Interface) untuk memilih access point mana yang ingin anda pilih.

Untung kini ada NetworkManager yang dapat mengotomasi koneksi jaringan anda.

Read the rest of this entry »

Dikarenakan saya dan isteri tinggal di kota yang berbeda, kami sangat membutuhkan sarana telekomunikasi yang efektif, efisien, dan ekonomis. Untuk telekomunikasi suara, kami menggunakan layanan dari sebuah operator FWT CDMA yang memungkinkan SLJJ Jakarta – Bandung dengan biaya sangat ekonomis. Akan tetapi telekomunikasi suara tidak dapat kami lakukan setiap saat, karena mungkin kami sedang menjalani kesibukan masing-masing.

Read the rest of this entry »

Hanya untuk sekedar refreshing, saya iseng-iseng membuat sebuah situs yang mungkin nantinya akan berisi tools-tools berbasis web. Untuk sementara waktu, saat ini pada situs tersebut terdapat tools:

Saat ini, sudah ada beberapa fitur yang ada di kepala saya yang akan saya tambahkan dalam waktu dekat pada situs ini.

Untuk sementara waktu, situs tersebut saya namakan “Internetworking Web Tools”. Nama dan domain tersebut mungkin hanya bersifat sementara sampai saya menemukan nama dan domain yang lebih “sreg” di hati.

Pada banyak weblog, seringkali kita menemui avatar pada bagian komentar-komentar. Saat ini, bisa dikatakan secara de-facto solusi avatar yang paling banyak digunakan adalah dengan menggunakan Gravatar. Gravatar memungkinkan pengunjung weblog tidak perlu mendaftarkan dirinya pada tiap-tiap weblog agar avatarnya muncul dalam setiap komentar yang dibuatnya. Cukup memasukkan alamat email yang dimiliki oleh sang pengunjung, secara otomatis avatar terkait akan muncul pada komentar tersebut.

Tapi kini Gravatar memiliki masalah setelah berbulan-bulan berada dalam posisi “DOWN”. Di masa awalnya, sistem “tersentralisasi” yang dianut oleh Gravatar tidak dirancang untuk melayani avatar sebanyak saat ini. Dikatakan bahwa Gravatar melayani lebih dari 4,5 miliar avatar saat ini. Akhirnya dilakukan update terhadap sistem lama untuk memenuhi kebutuhan saat ini. Tetapi perbaikan ini berlarut-larut. Setelah berbulan-bulan menunggu, tampaknya saya tidak dapat menahan kesabaran saya lagi terhadap Gravatar. Begitu pula dengan banyak pihak. Tampaknya, Gravatar akan kehilangan statusnya sebagai penguasa de-facto avatar dalam dunia weblog. Kecuali dia berhasil mengonline-kan kembali layanan dalam waktu dekat.

Beberapa alternatif telah saya coba. Diawali dengan Favatars. Favatar menggunakan favicon dari URL sang pengunjung yang memberikan komentar. Berdasar URL tersebut, sistem akan dilihat apakah website tersebut memili favicon. Jika ada, favicon tersebut akan ditampilkan. Desentralisasi terjadi di sini karena avatar yang merupakan favicon tersebut diambil langsung dari situs web pemilik komentar. Sehingga ketergantungan akan satu pihak penyedia jasa dapat dihindari. Masalahnya, tidak semua pengunjung yang memberikan komentar memiliki situs web dan/atau dapat mengatur favicon terkait. Berbeda dengan gravatar yang menggunakan alamat email sebagai ID dimana bisa dikatakan hampir semua pengunjung pasti memiliki alamat email. Selain itu, belum tentu favicon dari situs yang dimiliki oleh pengunjung tersebut dikehendaki oleh sang pengunjung sebagai avatarnya. Sebagai contoh, blogger yang memiliki blog wordpress.com akan memiliki avatar berupa logo WordPress, bukan foto dirinya seperti kebanyakan yang diinginkan banyak orang.

Kemudian ada lagi Pavatar. Sama dengan Favatar, ia menganut sistem desentralisasi sehingga kebal terhadap masalah “DOWN” satu pihak yang dapat mengakibatkan “DOWN” seluruh sistem. Perbedaannya adalah dia tidak menggunakan favicon situs web pengunjung. Pavatar menggunakan file gambar yang bisa ditentukan oleh halaman indeks dari situs web pengunjung. Hal ini menjawab masalah kedua dari Favatar, dimana pengunjung dapat menentukan apakah favicon yang dimiliki olehnya juga menjadi avatar dirinya atau tidak. Akan tetapi permasalahan pertama dari Favatar, dimana tidak semua pengunjung memiliki situs web, tidak dapat terselesaikan.

Kembali ke model sentralisasi. Lepas dari masalah skalabilitas sistem, bisa dikatakan hanya model ini yang memungkinkan pengunjung-pengunjung memiliki avatar tanpa harus memiliki situs web atau mendaftarkan dirinya di tiap weblog. Hal ini mendorong penggunaan layanan-layanan lain sebagai pengganti Gravatar. Diantaranya adalah dengan menggunakan avatar pada MyBlogLog. Saat ini saya sedang mencoba penggunaan metoda ini. Plugin yang saya gunakan agar instalasi WordPress saya ini dapat menggunakan avatar dari MyBlogLog adalah MyAvatars. Sayangnya, MyBlogLog tidak sepopuler Gravatar. Tidak banyak pengunjung yang memiliki avatar pada MyBlogLog.

Atau mungkin ada ide alternatif lain?

Terus terang, saat ini saya belum 100% puas dengan alternatif internet messaging di Linux, khususnya Yahoo Messenger. Saat ini desktop yang saya gunakan adalah Linux dengan distro Fedora Core 5 atau singkatnya FC5 (belum sempet update ke FC6, hehehehe).

Dari beberapa aplikasi internet messaging di Linux, bisa dibilang yang populer adalah Gaim dan Kopete. Gaim berbau Gnome dengan GTK-nya, sedangkan Kopete berbau KDE dengan Qt-nya.

Read the rest of this entry »

Dahulu, jika kita ingin mengakses removable media pada Linux seperti CDROM, flashdisk, harddisk ekternal, kita harus melakukan “mount” secara manual. Akan tetapi pada beberapa distro, kini telah tersedia fasilitas automount. Hal ini cukup menyenangkan. Anda tidak perlu melakukan mount secara manual ketika anda “menancapkan” flashdisk ke slot USB.

Permasalahan timbul pada instalasi Fedora Core 5 (FC5) saya. Fasilitas automount secara umum dapat berjalan dengan baik. Hanya ada satu masalah. Jika saya login sebagai user biasa (non root), saya tidak dapat mengakses partisi NTFS pada flashdisk atau eksternal harddisk saya yang secara otomatis ter-mount dengan option hanya dapat diakses oleh root. Saya sadar hal ini mungkin disebabkan oleh pertimbangan keamanan. Tapi hal ini cukup mengganggu aktifitas harian saya.

Apakah saya menyerah dan melakukan mount manual pada partisi NTFS tersebut? Tidak!! Setelah melakukan googling yang cukup lama, akhirnya saya mendapatkan solusinya pada sebuah diskusi di FedoraForum.

Solusinya cukup mudah. Pertama kita membutuhkan sebuah policy baru untuk ditambahkan ke HAL. Buat saja sebuah file “/usr/share/hal/fdi/policy/10osvendor/95-ntfs-permissions.fdi” yang berisi:

<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?> <!-- -*- SGML -*- --> <deviceinfo version="0.2"> <!-- Mount external ntfs drives with user privileges --> <device> <match key="block.is_volume" bool="true"> <match key="volume.fsusage" string="filesystem"> <match key="@block.storage_device:storage.no_partitions_hint" bool="false"> <match key="volume.partition.msdos_part_table_type" exists="true"> <match key="volume.partition.msdos_part_table_type" int="0x07"> <merge key="volume.mount_option" type="string">umask=0222</merge> </match> </match> </match> </match> </match> </device> </deviceinfo>

Kemudian restart HAL daemon dengan mengksekusi perintah: service haldaemon restart.

Kemudian edit file “/usr/share/hal/scripts/hal-system-storage-mount”. Tepat setelah semua MOUNTOPTIONS (setelah “fi”, sebelum echo yang di comment), tambahkan baris berikut:

fi

MOUNTOPTIONS="$MOUNTOPTIONS,$HAL_PROP_VOLUME_MOUNT_OPTION"

# echo "options = '$MOUNTOPTIONS'"

Sekarang, silahkan coba tancapkan kembali flashdisk atau harddisk eksternal anda yang memiliki partisi NTFS.

Pada notebook Acer Aspire 3003 saya, terdapat dua tombol keyboard dengan simbol € (eurosign). Satu pada tombol 5 (bersama-sama dengan angka 5 dan %), satu lagi disamping kiri keypad Up. Keduanya tidak aktif secara default pada Linux Fedora Core 5 saya.

Read the rest of this entry »

cl1p.net
Sebuah alternatif yang merupakan gabungan dari pastebin dan ImageShack.us, cl1p.net The internet clipboard memungkinkan kita mempaste atau mengupload file ke web. Hal ini memudahkan kita copy dan paste antar computer melalui Internet.