Dapat dari Slashdot sebuah berita A truly open Linux phone with GPS debuts. Akhirnya. Ngiler juga ngeliatnya euy. Masuk ke Indonesia gak ya?
Pada notebook Acer Aspire 3003 saya, terdapat dua tombol keyboard dengan simbol € (eurosign). Satu pada tombol 5 (bersama-sama dengan angka 5 dan %), satu lagi disamping kiri keypad Up. Keduanya tidak aktif secara default pada Linux Fedora Core 5 saya.
Baru saja diberi pinjaman webcamnya Irza untuk uji coba apakah kompatibel dengan Linux terutama FC5. Webcam tersebut adalah Logitech QuickCam Notebook Pro (USB, device id: 046d:08b1).
Ketika webcam tersebut dipasang ke port USB, langsung terdetect dan secara otomatis modul kernel pwc (kemungkinan merupakan singkatan dari: Phillips WebCam) aktif dan teregistrasi sebagai /dev/video0.
Selanjutnya ujicoba dengan menggunakan aplikasi camstream (bisa didownload dari repositori Fedora Extras). Ternyata hasil grabnya hanya menampilkan gambar abu-abu.
Setelah beberapa saat Googling, berhasil mendapatkan informasi dari dari posting-an milis gnomemeeting ini. Ternyata modul pwc harus diberi opsi tambahan “compression=0″.
$> rmmod pwc; modprobe pwc compression=0
Agar hotplug secara otomatis mengatur opsi tersebut tanpa harus mengetik baris tersebut tiap kali memasang webcam tersebut, dapat dibuat sebuah file di /etc/modprobe.d/ dengan isi file sebagai berikut:
options pwc compression=0
Setelah mengikuti petunjuk tersebut, camstream dapat menampilkan gambar dari webcam ini. Hasilnya cukup bagus. Namun ternyata ukuran yang bisa diambil hanya subQCIF (128×96), QSIF (160×120), dan QCIF (176×144). Bahkan pada QCIF, ukuran gambar sebenarnya adalah QSIF dengan bingkai abu-abu (gray) pada sisa ruang di pinggir (border). Pada dimensi diatas resolusi-resolusi tersebut, kembali didapatkan gambar abu-abu (gray) total.
Untuk masalah ini, belum ditemukan solusi. Untuk sementara, saya hanya berhasil menampilkan gambar dari Logitech QuickCam Notebook Pro ini hanya sampai QCIF saja (lebih tepatnya QSIF). Gambar sangat bagus tapi sayang sekali resolusinya terbatas karena permasalahan ini.
Selain dengan menggunakan camstream, juga dilakukan uji coba pada beberapa aplikasi linux lainnya. Pada ekiga (aplikasi IP telephony, VOIP, dan video conferencing nya GNOME), gambar yang dihasilkan menghasilkan bingkai abu-abu pada pinggiran gambar. Bahkan pada kopete (aplikasi instant messenger pada KDE) tidak menghasilkan gambar apapun. Hanya kotak hitam. Diduga hal ini diakibatkan oleh permasalahan resolusi diatas.

Baru saja selesai membaca sebuah artikel slashdot tentang proyek pembuatan laptop murah $100. Info lebih lanjut dapat juga dilihat di OLPC (One Laptop per Child).
Kira-kira Indonesia kebagian gak ya..?




