Setelah mencari-cari solusi buat bikin invoice secara online, bahkan hampir mulai membuatnya sendiri, akhirnya saya menemukan juga SimpleInvoice, sebuah aplikasi opensource berbasis web (PHP5) untuk mengelola invoice. Didukung fitur-fitur:
- Export ke PDF, MS-Word, MS-Excel, dan email
- manajemen penagih dan pelanggan
- manajemen pembayaran
- kalkulasi pajak
- template
Cocok digunakan untuk:
- personal
- SOHO
- organisasi kecil
- POS standar
Baru saja soft launching Jejaring Berita, sebuah news agregator untuk berita-berita tentang Indonesia.
Jika anda menggunakan notebook/laptop bersistem operasi Linux, tentu anda tidak selalu terhubung dengan jaringan lokal (LAN, Local Area Network), baik jaringan kabel ataupun nirkabel (wireless, wifi). Jika notebook anda terkonfigurasi menggunakan IP dinamis dari DHCP, anda akan mendapatkan pesan error ketika proses start-up linux di notebook/laptop anda bila tidak terhubung dengan jaringan.
Atau mungkin anda sering menggunakan koneksi nirkabel WiFi baik di rumah, kantor, atau hotspot publik? Anda merasa direpotkan mengubah-ubah untuk file konfigurasi atau menggunakan CLI (Command Line Interface) untuk memilih access point mana yang ingin anda pilih.
Untung kini ada NetworkManager yang dapat mengotomasi koneksi jaringan anda.
Read the rest of this entry »
Dikarenakan saya dan isteri tinggal di kota yang berbeda, kami sangat membutuhkan sarana telekomunikasi yang efektif, efisien, dan ekonomis. Untuk telekomunikasi suara, kami menggunakan layanan dari sebuah operator FWT CDMA yang memungkinkan SLJJ Jakarta – Bandung dengan biaya sangat ekonomis. Akan tetapi telekomunikasi suara tidak dapat kami lakukan setiap saat, karena mungkin kami sedang menjalani kesibukan masing-masing.
Read the rest of this entry »
Pada banyak weblog, seringkali kita menemui avatar pada bagian komentar-komentar. Saat ini, bisa dikatakan secara de-facto solusi avatar yang paling banyak digunakan adalah dengan menggunakan Gravatar. Gravatar memungkinkan pengunjung weblog tidak perlu mendaftarkan dirinya pada tiap-tiap weblog agar avatarnya muncul dalam setiap komentar yang dibuatnya. Cukup memasukkan alamat email yang dimiliki oleh sang pengunjung, secara otomatis avatar terkait akan muncul pada komentar tersebut.
Tapi kini Gravatar memiliki masalah setelah berbulan-bulan berada dalam posisi “DOWN”. Di masa awalnya, sistem “tersentralisasi” yang dianut oleh Gravatar tidak dirancang untuk melayani avatar sebanyak saat ini. Dikatakan bahwa Gravatar melayani lebih dari 4,5 miliar avatar saat ini. Akhirnya dilakukan update terhadap sistem lama untuk memenuhi kebutuhan saat ini. Tetapi perbaikan ini berlarut-larut. Setelah berbulan-bulan menunggu, tampaknya saya tidak dapat menahan kesabaran saya lagi terhadap Gravatar. Begitu pula dengan banyak pihak. Tampaknya, Gravatar akan kehilangan statusnya sebagai penguasa de-facto avatar dalam dunia weblog. Kecuali dia berhasil mengonline-kan kembali layanan dalam waktu dekat.
Beberapa alternatif telah saya coba. Diawali dengan Favatars. Favatar menggunakan favicon dari URL sang pengunjung yang memberikan komentar. Berdasar URL tersebut, sistem akan dilihat apakah website tersebut memili favicon. Jika ada, favicon tersebut akan ditampilkan. Desentralisasi terjadi di sini karena avatar yang merupakan favicon tersebut diambil langsung dari situs web pemilik komentar. Sehingga ketergantungan akan satu pihak penyedia jasa dapat dihindari. Masalahnya, tidak semua pengunjung yang memberikan komentar memiliki situs web dan/atau dapat mengatur favicon terkait. Berbeda dengan gravatar yang menggunakan alamat email sebagai ID dimana bisa dikatakan hampir semua pengunjung pasti memiliki alamat email. Selain itu, belum tentu favicon dari situs yang dimiliki oleh pengunjung tersebut dikehendaki oleh sang pengunjung sebagai avatarnya. Sebagai contoh, blogger yang memiliki blog wordpress.com akan memiliki avatar berupa logo WordPress, bukan foto dirinya seperti kebanyakan yang diinginkan banyak orang.
Kemudian ada lagi Pavatar. Sama dengan Favatar, ia menganut sistem desentralisasi sehingga kebal terhadap masalah “DOWN” satu pihak yang dapat mengakibatkan “DOWN” seluruh sistem. Perbedaannya adalah dia tidak menggunakan favicon situs web pengunjung. Pavatar menggunakan file gambar yang bisa ditentukan oleh halaman indeks dari situs web pengunjung. Hal ini menjawab masalah kedua dari Favatar, dimana pengunjung dapat menentukan apakah favicon yang dimiliki olehnya juga menjadi avatar dirinya atau tidak. Akan tetapi permasalahan pertama dari Favatar, dimana tidak semua pengunjung memiliki situs web, tidak dapat terselesaikan.
Kembali ke model sentralisasi. Lepas dari masalah skalabilitas sistem, bisa dikatakan hanya model ini yang memungkinkan pengunjung-pengunjung memiliki avatar tanpa harus memiliki situs web atau mendaftarkan dirinya di tiap weblog. Hal ini mendorong penggunaan layanan-layanan lain sebagai pengganti Gravatar. Diantaranya adalah dengan menggunakan avatar pada MyBlogLog. Saat ini saya sedang mencoba penggunaan metoda ini. Plugin yang saya gunakan agar instalasi WordPress saya ini dapat menggunakan avatar dari MyBlogLog adalah MyAvatars. Sayangnya, MyBlogLog tidak sepopuler Gravatar. Tidak banyak pengunjung yang memiliki avatar pada MyBlogLog.
Atau mungkin ada ide alternatif lain?
Setelah sekian lama tidak mengupdate foto-foto Pratama di Flickr, akhirnya saya melakukan update besar-besaran. Akibatnya, jumlah foto saya melebihi 200 foto. Padahal, photostream di flickr standar hanya memungkinkan melihat 200 foto terbaru saja.
Ya sudah, akhirnya saya melaksanakan niat saya yang sudah ada sejak lama. Beli account pro nya flickr. Dari account pro ini saya dapat fitur-fitur tambahan. Yang utama adalah quota upload sebesar 2GB per bulan dan pembuatan photoset dalam jumlah yang tak terbatas. Rasanya cukup layak biaya USD 24.95 per tahun. Dan saya tidak ragu untuk merekomendasikan hal yang sama kepada kawan-kawan.
PS: saya menulis posting ini seobjektif mungkin dan tanpa dibayar oleh pihak Flickr, bahkan saya yang bayar mereka dengan mengupgrade ke account pro ;)
Satu lagi plugin saya aktifkan di instalasi WordPress ini, Filosofo Comments Preview. Plugin ini menggantikan fungsi Comment Live Preview dan ComPreVal (belum pernah saya aktifkan). Bagi saya, plugin ini adalah sebuah plugin yang harus dimiliki dan menjadi standar.
Awalnya saya mencoba theme Tranquility white untuk salah satu blog WordPress lain yang saya kelola. Tetapi begitu melihat hasilnya, saya langsung jatuh cinta dan langsung ingin mengimplementasikannya dalam blog pribadi saya ini. Sebuah theme yang bersih, simpel, dan minimalistik. Menjadikan theme ini sebuah pembuktian jargon “Tidak perlu rumit untuk menjadi sempurna”. Pokoknya, highly recommended lah buat para penggemar simplicity.
Sekedar referensi saja, bagi yang membutuhkan tempat penginapan di Bandung, coba Hotel Ahadiat. Ini hotel agak-agak asyik. Bertipe resort dengan suasana alam yang menarik. Tapi berada di tengah kota. Oleh karena itu semboyan pemasaran hotel ini adalah “Discover Village Hotel in the City”. Terdapat berbagai pilihan bungalow, kamar hotel, hingga suite.
Kalau berminat dan melakukan reservasi, tolong bilang ke mereka dapat referensi dari saya melalui INTERNET. Tidak, saya tidak dapat komisi. Hanya sekedar menaikkan kebanggaan saya saja terhadap mereka.

Baru saja menemukan situs menarik buat mencari informasi mengenai penyakit dan kandungan obat. Coba aja liat di http://www.medicastore.com. Sebenarnya ini merupakan sebuah situs apotek online. Lebih dalamnya sih belum saya eksplorasi. Tapi jika dilihat dari dari kulitnya, lumayan buat penambah referensi selain Wikipedia dan tentu saja googling.