PERHATIAN: Isi tulisan ini sangat bersifat pandangan pribadi yang mungkin tidak disetujui oleh banyak pihak atau bahkan mungkin sebaliknya, terlalu umum sehingga dapat disebut BASBANG (Basi Banget). Bahkan penulis merasa bahwa tulisan ini sangat bertele-tele.
Beberapa waktu lalu, ramai dibicarakan oleh “netter” mengenai pemberian komentar pada blog seleb dan non seleb, termasuk “jablai blog” juga diributkan (mohon maaf buat para warga kampung gajah, saya mengutip istilah jablai blog walaupun saya bukanlah anggota kalian). Diceritakan bahwa banyak kawan frustasi karena blognya sepi pengunjung, dal hal ini ditandai oleh sepi atau bahkan tidak adanya komentar pada blog mereka. Padahal, mereka merasa “cukup rajin” dalam berkomentar pada blog-blog lain, khususnya blog seleb. Hal ini sampai memancing timbulnya “lelucon” gerakan agar tidak berkomentar di blog seleb, sehingga diharapkan menimbulkan “keseimbangan komentar” antar blog pemula maupun blog seleb.
Memang, motivasi tiap penulis blog berbeda-beda. Akan tetapi, bisa dikatakan, banyak dari penulis blog merasa tersanjung bila tulisan mereka dibaca oleh banyak orang. Yang mana biasa ditandai oleh banyaknya komentar pada tulisan mereka. Sedikit atau bahkan tidak adanya komentar, dirasakan sebagai pertanda bahwa blog mereka tidak memiliki peminat. Sehingga, banyak blogger pemula patah semangat karena tidak mendapat komentar yang cukup lalu berhenti nge-blog atau bahkan menutup blognya.
Bagaimana dengan saya? Apa motivasi saya dalam menulis blog? Apa yang membuat saya bertahan selama ini, walaupun bisa dikatakan blog saya miskin komentar (posting pertama saya di blogger.com adalah April 2004, belum termasuk beberapa sistem yang saya gunakan sebelum blogger.com)?
Saya menulis blog termotivasi oleh beberapa hal. Bahkan motivasi awal saya membuka account di blogger adalah untuk mendapat account email 1 giga gratis dari gmail yang saat itu berada dalam tahap beta dan pihak google masih “pelit” membagikan account tersebut.
Lepas dari account gmail, sebelumnya saya memiliki beberapa blog yang saat ini sudah punah. Punahnya blog-blog tersebut bukan karena patah semangat akibat miskin komentar, melainkan karena punahnya pula server-server “swadaya” tempat nge-host blog tersebut. Maklum, begitulah nasib server pribadi, kalau ada bencana atau hal-hal lain, urusan pribadi bukan prioritas. Apalagi kalau bukan urusan profesional. Space backup hanya dioptimalkan untuk keperluan data pekerjaan.
Salah satu alasan kuat yang mendorong saya menulis blog adalah mengendurkan tekanan pada otak. Daripada tekanan itu hanya berputar-putar di otak saya dan menjadi emosi yang negatif. Ya hitung-hitung seperti layaknya curhat ke buku harian. Tapi lebih mutakhir dan terbuka. Keterbukaan inilah yang paling membedakan antara buku harian dengan blog. Buku harian bersifat tertutup, hanya sang penulis yang dapat membaca. Sedangkan blog bersifat terbuka, seluruh umat manusia dapat membacanya. Tentu saja kalau mengerti Internet dan bahasa sang penulis. Dan keterbukaan inilah yang paling saya nikmati, karena saya dapat banyak belajar. Saya belajar membuka diri saya dengan menulis blog. Saya belajar mengungkapkan apa yang ada di kepala ini dengan menulis blog.
Saya juga menulis blog karena saya ingin belajar menulis pemikiran yang ada di kepala. Banyak dikatakan, seringkali pemikiran seseorang hanya terbatas di kepalanya saja. Pemikiran yang hanya ada di kepala tidaklah memiliki arti bagi orang lain. Dengan ditulis, orang lain akan lebih dapat memahami ide-ide yang dimiliki oleh orang tersebut karena dapat membacanya. Contohnya: jika anda tidak menyetujui keputusan atasan, tulis keberatan anda beserta alasannya dalam bentu surat. Jangan hanya menggerutu dengan pemikiran-pemikiran pribadi yang ada di kepala.
Hal lain yang mendorong saya menulis di blog adalah berbagi pengalaman dan pengetahuan. Dalam perjalanan hidup saya, khususnya dalam menjalani kehidupan dengan aplikasi Open Source, saya sering berhadapan dengan permasalahan-permasalahan. Permasalahan-permasalahan tersebut banyak diselesaikan dengan googling sehingga mendapatkan referensi tentang solusi permasalahan tersebut. Saya merasa malu, jika saya hanya membaca untuk menyelesaikan permasalahan saya. Saya merasa saya hanya mengambil manfaat saja dari komunitas open source tanpa memberikan kontribusi. Lain halnya jika saya juga menulis permasalahan saya dan solusi yang saya pergunakan, dengan harapan ada orang lain yang mungkin mengalami masalah yang sama dan nyasar ke tulisan saya.
Satu lagi alasan saya ngeblog yang tidak dapat dilupakan. Narsisme! Jujur saja, narsis adalah sifat dasar yang dimiliki setiap manusia, walaupun mungkin ada perbedaan cara dan tingkatan pengimplementasiannya. Mungkin anda berkata masa bodo dengan anak saya, keluarga saya, pekerjaan saya, atau bahkan kucing saya, persetan, tetapi hak saya juga untuk menulis cerita dengan topik-topik tersebut. Kalau tidak suka dengan topik tersebut, tidak harus anda baca kok ;)
Dengan alasan-alasan tersebut, dan mungkin ada lagi beberapa alasan yang tidak saya tulis, saya termotivasi untuk selalu menulis blog. Mungkin tidak rutin. Akan tetapi, sampai saat ini alhamdulillah saya tidak pernah berpikir untuk menutup blog saya, walaupun miskin komentar atau hanya dibaca oleh orang yang itu-itu saja jika dibandingkan blog seleb. Karena saya merasa, menulis blog adakah kepuasan pribadi. Sedangkan pengunjung dan komentar hanyalah bumbu yang bisa saya lewatkan. Karena yang mutlak bagi saya harus ada adalah wahana bagi saya untuk tetap menulis.
Catatan: Terima kasih dan mohon maaf untuk penghuni Kampung Gajah karena saya banyak mengutip istilah kalian walaupun saya bukan penghuni Kampung Gajah. Oleh karena itu saya siap menerima konsekuensi dari kalian (jika ada dan tentu saja jika mungkin ada diantara kalian yang baca ;-) )





4:28 +0000 on January 16th, 2007
hahaha… sebelum gua baca tulisan ini gua malah udah posting beberapa saat yang lalu di blog gua Tidak ada ide Yah memang motivasi orang orang untuk ngeblog itu beda mon..
Kalau gua sendiri terkadang ngeposting sesuatu di blog gua hanya untuk mengeluarkan hal hal yang mengganjal di kepala gua saja. Dan seperti judulnya blog gua “Uneg-uneg” memang sengaja untuk menuangkan hal hal yang bikin pusing kepala gua. Kalau di pikir pikir minimal ada tempat untuk menuangkannya bodoh amat kalaupun ngga di komentari orang. Bahkan gua sendiri sering setting private supaya tidak bisa di baca orang lain. Tujuan saya hanya semata suatu saat gua bisa baca lagi tulisan itu lagi sekedar untuk mengingat kejadian kejadian yang pernah gua alami.
Yah teruslah ngeblog mon.. dan thanks banget dah ngajarin gua dulu untuk ngeblog.
8:23 +0000 on January 16th, 2007
saya, penggemar setia mas adhi. bahkan saya submit rss-nya lho.hihihi..
eniwei, teruslah ngeblog mas adhi, karena ngeblog bukanlah trend sesaat ™
9:53 +0000 on January 16th, 2007
Makasih om cahyo :)
Habis sedih ngeliat banyak orang pada frustasi kemaren-kemaren, belum sempat nulis apa-apa mengenai itu, baru sempat sekarang.
10:09 +0000 on January 16th, 2007
Buat lae juntak, sorry kelewat tanggapan komentarnya. Tadinya sempet gak nongol gara-gara kedetek sebagai spam sama om akismet. Teuing kunaon. Jangan-jangan ente suka nge-spam pake email itu ya ;)
Yoi juragan, semoga ente juga gak frustasi ngeblog. Tapi kayaknya ente emang aman, malah gua liat ente juga sedang menyebarkan semangat ngeblog. Selamat lae ;)
13:07 +0000 on January 16th, 2007
bah.. pantesan tadi malam ngga masuk2 comment gua.. nge-spam? hahaha biasanya juga gua nge-spam cewek cewek ngga pake email mon…. ente tahu sendirilah.
1:14 +0000 on February 8th, 2007
[...] Alasan saya pribadi untuk ngeblog telah banyak terceritakan di posting saya sebelumnya: Motivasi ngeblog. Tetapi, untuk kawan saya Sophie, saya punya alasan-alasan tersendiri mengapa memotivasi dia untuk ngeblog. [...]
13:26 +0000 on November 23rd, 2008
blog buatku cuma hobby,…no bisnis no profit alias kepuasan batin. Mau di komentari silakan nggak silakan,..