this is adhisimon

adhisimon? who is he? who cares?

Beberapa hari dan minggu ini saya telah beberapa kali membaca berita mengenai kualitas produk telkom speedy. Timbul rasa penasaran dalam benak saya, bagaimana dengan nasib koneksi Internet di rumah saya (tepatnya rumah orang tua) yang di Cipinang, Jakarta, karena di sana juga terkoneksi dengan telkom speedy. Kebetulan beberapa minggu ini saya jarang pulang ke rumah di Cipinang.

Akhirnya “doa saya terkabul”. Malam ini saya berhasil membuktikan berita tersebut. Ternyata memang benar. Sejak saya pulang dari kantor hingga saat saya merilis posting ini, koneksi Speedy berebet kalo kata orang sunda. Link ke IIX lancar, tapi jangan harap bisa membuka situs-situs Internasional. Amit-amittttttt. Kadang bisa tapi banyakan tidak bisa :p

Saya baca di situs resmi telkom speedy, ada informasi mengenai gangguan ini. Katanya, memang benar ada gangguan pada gateway internasional. Tapi katanya sudah berhasil diperbaiki. Welehhhh.. Jangan buru-buru tidur makanya kalau habis membereskan masalah. Awasi dulu, monitoring, apakah masalah tersebut sudah benar-benar diatasi dan sistem sudah kembali ke kondisi stabil. Jadi deh saya nyaci maki kalian di sini gara-gara eweuh gawe gak bisa buka situs internasional. Tentu saja saya tidak akan mencari maki kalau Internet anda lancar, sehingga saya ada kesibukan lain. Tidak juga jika saya tidak antipati dengan layanan 147 anda yang saya anggap basa-basi sehingga saya malas untuk menyalurkan unek-unek komplain ke petugas 147.

Tetapi, tentu saja saya bermaksud “arif”. Hehehehehe. Jangan sakit hati. Anggap saja ini merupakan dorongan untuk kalian memperbaiki diri. Bukankah kalian mempunyai beban tanggung jawab yang berat sebagai karyawan salah-satu BUMN terbesar di negara ini. BUMN yang kalau mengaca ke negara-negara lain adalah BUMN yang merupakan tombak pengembangan teknologi. Yang kalau di negara lain seringkali menjadi kebanggaan penduduknya. Semoga kalian bisa mencapai hal ini. Amiiiiiin. Saya yakinkan kepada anda, bukan hanya saya saja yang berdoa seperti ini. Semua bangsa Indonesia juga. Siapa sih yang mau uang pajak yang mereka bayarkan hanya untuk dihabiskan mensubsidi perusahaan anda yang semestinya secara teori dapat meraup keuntungan besar tanpa mengorbankan pelayanan dan pengabdian.

No Comments :(